Cerita Hantu – Puisi Kematian Tomino Dari Jepang Yang Bikin Merinding

Cerita Hantu - Puisi Kematian Tomino Dari Jepang Yang Bikin Merinding

Cerita hantu atau cerita misteri Jepang seringkali membuat kita merinding, apalagi jika teringat akan tokoh hantu legendaris asal negeri sakura ini, Ju-On atau Sadako. Kedua tokoh hantu Jepang yang sangat terkenal di seluruh dunia tersebut memang sangat mengerikan dan membuat orang terbayang-bayang akan sosok gadis berambut panjang berbaju putih yang sangat menyeramkan.

Tetapi sebagai salah satu negara yang cukup kaya dengan budaya, seni , legenda dan salah satunya cerita hantu, di Jepang masih ada lagi kisah legenda horor yang cukup menyeramkan. Konon hanya dengan membaca sebuah puisi atau haiku dalam istilah Jepang, bisa berakibat fatal, dan mengantarkan sang pembaca kepada kematian.

Kisahnya diawali dengan sosok bernama Tomino, seorang anak perempuan kecil yang terlahir kurang sempurna atau cacat. Suatu ketika Tomino yang kreatif membuat sebuah karangan puisi khusus untuk orang tuanya, namun karena puisi tersebut mengandung makna yang aneh dan cenderung mengerikan, Tomino kecil bukannya mendapat pujian justru dimarahi dan dihukum. Ia dihukum dengan dikunci dalam ruangan sempit dan tidak diberi makan.

inikeramat-Cerita Hantu - Puisi Kematian Tomino Dari Jepang Yang Bikin Merinding

Hukuman itu berakibat fatal, Tomino kecil meninggal dalam kondisi kelaparan. Namun tak berapa lama setelah ia meninggal, kedua orangtuanya juga ikut meninggal dengan cara yang aneh entahlah karena ulah hantu Tomino atau efek dari pusinya. Tetapi sejak saat itulah muncul legenda puisi Tomino yang sangat menyeramkan.

Puisi ini berisi lirik yang mengisyaratkan kematian, penyiksaan dan kegelapan. Kabarnya bila membaca puisi ini sebanyak 3 kali atau membacanya dengan suara lantang, risiko yang buruk siap menanti. Selain itu di Youtube juga beredar suara rekaman puisi ini. Rekaman pembacaan puisi ini kabarnya bisa membuat orang merinding dan sama-sama memberi efek buruk pada nasib seseorang.

Berikut ini adalah terjemahan dan puisi asli Tomino, boleh dicoba bagi yang penasaran. Tapi ingat konon membacanya keras-keras, atau membaca maupun mendengarkan rekaman puisi ini 3 kali, akan terkena kesialan. Seperti halnya cerita hantu atau legenda misteri lainnya, boleh percaya, boleh tidak.

Versi Jepang

Ane wa chi wo haku, imoto wa hihaku, kawaii tomino wa tama wo haku.

Hitori jihoku ni ochiyuku tomino, jigoku kurayami hana mo naki.

Muchi de tataku wa tomino no aneka, muchi no shubusa ga ki ni kakaru.

Tatake yatataki yare tataka zutotemo,mugen jigoku wa hitotsu michi.

Kurai jigoku e anai wo tanomu, kane no hitsu ni, uguisu ni.

Kawa no fukuro ni yaikura hodoireyo, mugen jigoku no tabishitaku.

Haru ga kitesoru hayashi ni tani ni, kurai jigoku tanina namagari.

Hagoni yauguisu, kuruma ni yahitsuji, kawaii tomino no me niya namida.

Nakeyo, uguisu, hayashi no ame ni imouto koishi to koe ga giri.

Nakeba kodama ga jigoku ni hibiki, kitsunebotan no hana ga saku.

Jigoku nanayama nanatani meguru, kawaii tomino no hitoritabi.

Jigoku gozarabamo de kitetamore, hari no oyama no tomebari wo.

Akai tomehari date niwa sasanu, kawaii tomino no mejirushini.

 

Terjemahan dalam bahasa Indonesia

“Kakak yang memuntahkan darah, adik yang meludahkan api.

Tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga.

Tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka.

Neraka kegelapan, tanpa dihiasi bunga.

Apakah itu kakak Tomino memegang cambuk?

Jumlah bekas luka berwarna merah sangatlah mengkhawatirkan.

Dicambuk dan dipukul sangatlah mendebarkan,

Jalan menuju neraka yang kekal hanyalah salah satu cara.

Mohon bimbingan ke dalam neraka kegelapan,

Dari domba emas, dan dari burung bulbul.

Berapa banyak yang tersisa dari dalam bungkusan kulit,

Disiapkan untuk perjalanan tak berujung menuju neraka.

Musim semi akan segera datang ke dalam hutan serta lembah,

Tujuh tingkat di dalam gelapnya lembah neraka.

Dalam kandang burung bulbul, dalam gerobak domba,

Di Mata Tomino Yang Lucu Meneteskan airmata .

tangisan burung bulbul, dibalik hujan dan badai

Menyuarakan cintamu untuk adik tersayangmu.

Gema tangisanmu melolong melalui neraka,

serta darah memekarkan bunga merah.

Melalui tujuh gunung dan lembah neraka,

Tomino yang lucu berjalan sendirian.

Untuk menjemputmu ke neraka,

Duri-duri berkilauan dari atas gunung

menancapkan duri ke dalam daging yang segar,

Sebagai tanda untuk Tomino yang lucu.”

Dibaca 3987 kali

Bagikan rasa takut kalian...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>