Cerita Horor Kakak Adik yang Bermain di Rel Kereta Api

Cerita Horor Kakak Adik yang Bermain di Rel Kereta Api

Cerita horor ini terjadi sewaktu saya masih kecil kira-kira berusia 9 tahun. Saat itu saya baru saja pindah ke daerah selatan Jakarta dekat sebuah perlintasan atau rel kereta api Jakarta-Bogor. Saya dan orangtua pindah ke daerah tersebut karena saat itu daerahnya masih tidak begitu ramai, ya letaknya di pinggiran Jakarta. Setiap hari saya selalu senang saat melihat kereta api melintas di depan rumah. Dari pagi sampai malam selalu saja ada kereta api yang melintas. Sampai suatu waktu saat saya sedang pulang mengaji kira-kira pukul 08.00 malam saya melihat dua orang anak sedang asyik bermain di rel kereta tersebut. Mereka bermain dengan asyik, melompat dan tertawa.

Saat itu saya tidak pernah diijinkan kedua orang tua bermain di rel kereta api karena berbahaya. Saya pun mencoba mengingatkan dua orang anak itu untuk tidak bermain di rel kereta apalagi saat malam hari. tapi mereka sama sekali tak menghiraukan perkataan saya.

Saya masuk rumah saja karena hari sudah malam. Saya pun masuk ke dalam rumah, setelah menutup pintu suara kedua anak tersebut tidak terdengar lagi. Cepat sekali mereka berlalu, mungkin mereka sudah pulang pikir saya waktu itu.

Cerita Horor Kakak Adik yang Bermain di Rel Kereta Api

Malam jumat depan hal yang sama juga terjadi di waktu yang sama, kali ini saya tidak menghiraukan mereka dan langsung berjalan ke rumah. Setelah masuk rumah dan ingin menaruh sandal di lemari terdengar suara ketukan pintu rumah saya. Ketukannya pelan, saya langsung membuka pintu tapi ternyata tidak ada siapa-siapa. Ya sudah saya bergegas ganti baju, setelah itu menyiapkan buku pelajaran. Saat itu pintu kamar sedikit terbuka dan dapat melihat pintu menuju gudang di depannya. Entah berapa lama saya melihat samar-samar bayangan dua anak kecil di pintu menuju gudang. Saya menoleh ke tempat lain mereka masih berada disana. Saya langsung berteriak dan kedua orang tua saya langsung kaget dan menenangkan saya. Kedua orang tua saya saat itu sedang berada di dapur yang letaknya di belakang rumah.

Saat ayah saya menyalakan lampu ternyata tidak ada siapa-siapa disana. Saya pun merasa tidak asing dengan wajah penampakan anak kecil tersebut, setelah saya ingat-ingat wajah mereka mirip dengan dua anak kecil yang bermain di kereta api.

Keesokan paginya tetangga sebelah rumah bertanya kepada ayah saya, “pak semalem anak bapak kenapa teriak histeris gitu, jatuh ya?” ayah saya menjawab, “oh nggak pak, katanya dia lihat bayangan anak kecil di pintu dekat gudang.”

Si tetangga kemudian bercerita tentang dua anak kecil yang tewas sangat mengenaskan di rel kereta seberang rumah. Dua kakak adik itu adalah warga sini juga yang bermain di rel kereta pada suatu siang. Saat mereka bermain tak lama ada kereta yang akan melintas dari dua perlintasan. Warga sekitar pun mengingatkan mereka untuk segera menjauh dari rel tapi mereka malah berada di tengah antara dua rel sambil berpelukan. Mungkin mereka mengira celah diantara dua rel itu cukup aman untuk menghindari datangnya dua kereta dari arah berlawanan. Tapi ternyata celah tersebut tidaklah cukup sampai akhirnya mereka tewas dengan keadaan mengenaskan.

Dibaca 8477 kali

Bagikan rasa takut kalian...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>