Cerita Horor: Nenek Cengir

Cerita horor kali ini adalah tentang nenek cengir. Hari itu saya dan kelima teman saya menginap di asrama sekolah. Kelima teman saya memang tinggal disana kecuali saya sendiri yang tidak tinggal asrama itu. Tapi, karena ingin mencoba merasakan menginap di asrama jadi saya ikut dengan teman saya yang lain. Kebetulan juga, hari itu asrama sepi karena para penghuninya sedang pulang untuk libur ujian tengah semester.

cerita horor
gambar: baltyra.com

Singkat cerita, kebetulan hari itu hari rabu dan kami berencana untuk puasa kamis esoknya. Kami mengatur alarm jam weker ke jam tiga dini hari. Kamipun menghabiskan sisa waktu sebelum tidur dengan becanda dan mengobrol supaya asrama ini tidak terasa sepi. Banyak cerita mengenai asrama ini sebelumnya. Katanya cerita horor, saat malam suka terdengar suara-suara aneh di dapurnya.

Di tengah tidur kami, alarm berbunyi. Rupanya jam sudah menunjukan pukul tiga. Kamipun bergegas untuk turun ke lantai bawah dimana dapur berada. Saat turun tangga, terdengar seperti suara orang masak di dapur. Kami berpikir mungkin ada penghuni kamar lain yang kebetulan tidak pulang tapi kami tidak tahu, dan dia ingin sahur juga. Tapi, saat kami sampai di dapur tidak ada yang memasak di sana. Sepi.

Tanpa menggubris rasa takut dan dingin malam itu, kami masuk saja ke dapur. Teman-teman seolah tidak mendengar suara apapun mereka santai saja menyiapkan untuk memasak. Tapi tidak dengan saya. Saya mendengar suara grasak-gresek dari rah pojok. Saya penasara ingin berbalik tapi takut. Jadi, saya memutuskan untuk diam dan tidak mau mengatakan apapun pada yang lain agar yang lain tidak takut juga.

Lama kelamaan suara itu semakin nyaring ditambah seperti orang yang cekikian juga. Bulu kuduk sudah berdiri sedari tadi, sementara teman saya masih anteng saja dengan menyiapkan bahan untuk memasak. Sampai akhirnya karena jengah, saya pun memutuskan untuk berbalik tapi perlahan. Melirik sebentar-sebentar sampai akhirnya saya menemukan sosok seorang nenek yang sedang menampakan giginya kepada saya dengan tangan yang mencari kutu dirambutnya. Ia tertawa kepada saya, saya hanya diam tak bisa berkata apa-apa. Saya hanya bisa berbalik kembali lalu menyuruh seorang teman yang ada di depan saya untuk menengok ke pojokan tadi. Beda dengan reaksi saya tadi ia menjerit histeris. Kontan saja semua yang di dapur juga berbalik. Kamipun berlari meninggalkan dapur diiringi suara cekikikan nenek tadi.

Selang beberapa hari saya sakit. Saya bermimpi banyak hal salah satunya merupakan firasat yang membawa pada meninggalnya saudara saya dua hari kemudian. Setelah malam itu pula, saya menjadi seorang yang bisa melihat makhluk-makhluk seperti itu. Cerita horor tersebut diatas menjadi cerita horor yang sering terdengar di asrama.

Dibaca 1812 kali

Bagikan rasa takut kalian...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>