Cerita Horor: Pesan Radio

Cerita horor: Malam itu aku mendengarkan siara seorang penyiar bernama Nuna. Malam itu adalah malam Jumat. Penyiar bernnama Nuna itu menjelaskan kalau ini adalah acara cerita horor. Aku simak baik-baik. Beberapa orang menelepon ke radio itu dan menceritakan pengalaman misterinya masing-masing. Seolah itu sebuah film, dari radio tersebut juga menambahkan iringan musik yang dinilai seram untu setiap cerita ini.

Karena penasaran akupun mencoba menelepon ke radio itu. Penyiar itu menyapa baik dan mempersilakan aku bercerita horor. Jadi, aku mulai menceritakan kisahku mengenai cerita horor itu.

Aku becerita tentang kejadian dulu saat aku tinggal di kostan. Aku mencoba menjelaskan secara runtut cerita ini agar yang mendengarnya mengerti. Tentang semuanya yang dimulai dengan adanya suara dengkuran pria yang selalu terdengar setiap tengah malam, padahal kostanku adalah kostan khusus puteri. Air di kamar mandi yang selalu menyala setiap tengah malam. Hal ini tiba-tiba karena aku selalu mematikan air dan lampu sebelum tidur. Televisi yang selalu sengaja aku nyalakan dan tak pernah aku aktifkan timer sleepnya itu selalu mati dengan sendirinya, ini aku sadari ketika aku bangun. Belum lagi suara di atap kamar yang berisik seperti orang berjalan maupun jatuh. Mustahil jika itu tikus, mengingat tempat ini bebas tikus. Ketukkan jendela kamar yang terletak di belakang sudah tidak aneh. Dan pintu yang sudah tak terkunci setiap bangun pagi pun adalah rutinitas yang sering terjadi, padahal jelasjelas malamnya telah dikunci.

Cerita Horor - Pesan Radio

Cerita Horor – Pesan Radio

Suatu malam aku juga mengalami mimpi dimana aku tengah tertidur di dalam keranda. Aku yakin ini hanya mimpi. Ini seperti peristiwa ‘Kaeureup-eurep’ dimana ingat, ingin membuka mata tidak bisa, bicara tidak bisa, dan sesak serasa tercekik. Badan seolah ada yang menindih. Lama kelamaan nafas rasanya makin habis dan lemas. Hingga akhirnya aku mampu membuk mata setelah dalam tidur itu aku menyaksikan sendiri kerandanya terbuka.

Aku pun menutup cerita hororku dengan mengatakan “itulah cerita saya ketika masih hidup!!!”

Tidak lama suara jeritan penyiar bernama Nuna itu terdengar, aku tertawa mendengar jeritan itu.

Dibaca 3037 kali

Bagikan rasa takut kalian...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page
Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>