Wisata Bali Terbaik: Pantau Pantai Petingenget nan Mistis

Sudah tak perlu diragukan lagi bahwa Pulau Bali memiliki berbagai macam aneka ragam wisata Bali terbaik di dunia. Keindahan panorama alam dengan perpaduan indah antara lembah, gunung, pesisir pantai dan juga sawah terasering dibalut dengan keunikan seni dan budaya yang sudah turun temurun oleh masyarakat setempat sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat wisata. Tidak heran, Bali terpilih kembali sebagai destinasi wisata Bali terbaik (Island Destination of The Year) di tahun 2013 ini dalam ajang Cina Travel & Meeting Industry Awards di Beijing beberapa waktu lalu.

Pulau yang identik dengan berbagai pantai indah ini sudah menjadi sebuah kumpulan dalam keindahan surga yang tertinggal di muka bumi pertiwi. Pesona Pulau Dewata mampu menyedot perhatian para penikmat wisata yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Popularitas wisata Bali terbaik dihasilkan melalui berbagai ritual adat suku Bali yang memang mempertahankan keaslian tradisi di tengah banjirnya modernisasi jaman.

Pantai Petitenget Bernuansa Mistis

Di Pulau Bali, tidaklah sulit untuk mencari pantai indah. Selain pantai Kuta yang memang sudah terkenal akan keindahan dan kebersihannya, pantai satu ini terkenal dengan eksotis dan nuansa mistis yang meliputi keadaan pantai. Pantai Petitenget, berlokasi di Banjar Batu Belig, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Pantai ini dinamakan Petitenget karena memiliki hubungan langsung dengan mitos Pura Petitenget. Dahulu, kawasan ini merupakan sebuah daerah yang angker sebelum dibangun satu Pura Petitenget.

Menurut cerita tetua, di zaman dahulu ada seorang Resi bernama Dang Hyang Nirarta yang singgah dan bertemu dengan Batara Masceti. Di sela pembicaraan, terlihat sosok bayangan hitam besar bersembunyi di balik semak-semak. Ternyata ketika dipanggil, bayangan hitam tersebut Bhuta Ijo, yang akhirnya diberikan mandat dan juga kesaktian untuk menjaga peti pecanangan (tempat sirih).

Wisata Bali Terbaik: Pantau Pantai Petingenget nan Mistis

Dengan kesetiaan yang luar biasa, Bhuta Ijo selalu membuat sakit para penduduk setempat yang datang ke kawasan ini, karena ia menganggap para penduduk tersebut ingin mengambil peti pecanangan. Akhirnya, diuatkanlah sebuah bangunan suci sebagai tempat pemujaan supaya Bhuta Ijo tidak mengganggu ketenangan penduduk setempat, bangunan itu diberi nama Pura Petitenget (peti yang berarti peti dan tenget berarti angker, sehingga penjabaran namanya menjadi “Peti yang Angker”).

Namun hingga saat ini, pantai eksotik itu tidak lagi angker bahkan menjadi kawasan wisata alam kelas atas karena bertengger vila dan hotel bertarif internasional. Jarak tempuh menuju Pantai Petitenget adalah sekitar 15 km dari kota Denpasar ataau 30 menit berkendara dari bandara internasional Ngurah Rai. Nikmati matahari terbenam dan terpukaulah dengan nuansa eksotis nan mistis di dalamnya.

Dibaca 1196 kali

Bagikan rasa takut kalian...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Pin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>